Senin, 28 Oktober 2013

Merekam Indah Hari Ini

Pagi ini, seperti biasanya saya bangun setelah sang mentari memancarakan sinarnya, meskipun saya sudah bangun sebelumnya untuk menunaikan kewajiban, namun tidak jarang saya tertidur kembali karena tidak ada pekerjaan, dan Alhamdulillah akhirnya saya masih diberi nikmat sakit, sakit segala- galanya #hehe lebay. 

Kalau secara fisik, saya waras dan masih kuat untuk beranjak, namun kepala sering sekali mengajak perang, tak mau berdamai dengan keadaan, begitulah rasa sakit yang tengah saya rasakan tidak bisa tergambarkan selama dua hari ini. so far saya masih bisa bernafas dan masih bisa makan meski masih terasa pahit dilidah, saya syukuri Alhamdulilah.

Siang tadi saya sempat tergeletak tak berdaya di kamar kos teman, berniat untuk belajar bersama dan mengerjakan tugas bahasa Japan di Pel-Ba Safel UNY yang sudah kami ikuti selama 3 minggu, alhasil saya bisa mengerjakan tugas dibantu oleh seorang sahabat, namun setelah itu saya pulang karena ingin sekali menggeletakkan kepala dikasur kamar kos dan terlelap untuk tidur dan segera bangun dan sembuh. 

Sesampainya dikos, saya menunaikan kewajiban sebelum akhirnya saya benar tidur terlelap dan memimpikan banyak hal yang tidak saya inginkan, dan setelah bangun karena mendengar adzan ashar saya berdoa semoga mimpi buruk tadi tidak menjadi kenyataan ya Allah. Apakah ini Nightmare, atau afternoonmare?

Bangun dengan keadaan masih seperti dialam bawah sadar, yaitu masih dalam proses mengumpulkan nyawa, kepala masih terasa pusing, hidung semakin mampet, nafas semakin sesak, tak bisa lagi menahan sakit akhirnya saya memaksakan diri untuk beranjak kekamar mandi.

Bisa ! aku pasti bisa, aku kuat untuk meneruskan perjalanan hari ini, nggak boleh skip pelatihan dan mengajar lagi, please ya Allah, 

dan alhamdulillah suggesti positif menjadi sebuah hal yang sangat penting bagi saya yang tengah merasakan kesakitan yang luarbinasa . 

Saya sampai di UNY pukul 15. 25 itu luarbiasa, terbebas dari macet dan tidak terlambat seperti biasanya dan tidak lagi harus menghafalkan "Ossokunatte Sumimasen" yang artinya "maaf saya terlambat" , dan Alhamdulillah berhasil mengikuti pelajaran dengan baik.

Mendungnya begitu anggun sore ini,  setelah sekian lama jogja tidak dihadirkan mendung dan tidak dihujani air.
Senja pun tak dapat kujumpai karena mendung tengah dinantikan di kota ini, dinginnya jogja telah begitu dirindukan bagi penghuninya hingga saya rela seandainya nanti pulang turun hujan  maka saya akan tetap nekat pulang meski harus hujan- hujanan, bukan sombong atau ingin menambahi beban sakit yang tengah saya derita, justru ini cara bersyukur saya untuk hujan yang diturunkan oleh-NYA.

Sepulangnya pelatihan, setelah sholat maghrib di masjid, setelah duduk berdua bersama seorang sahabat dibawah pohon karena menunggu teman.

Hujan belum turun, namun saya berniat langsung menuju kerumah Galih, murid les saya untuk mengajar selama 1,5 jam dari pukul 18.30 hingga pukul 20.00, Alhamdulillah berhasil saya lewati dengan semangat meski tanpa persiapan materi seperti sebelumnya.

"ketika pulang les, akhirnya yang kunantikan datang, air menghujani saya dengan sempurna karena begitu lebatnya mereka diturunkan,

Yes, I am the raining man today hehe 

hujaaaaaaaaan, alhamdulillah mandi hujaaaaan, 
tidak peduli, semua basah karena hujan yang begitu lebat, 

Sesampainya dikos saya begitu bahagia karena kamar saya tidak lagi seperti sauna, seperti malam-malam kemarin yang membuat tidur tidak nyenyak dan ditambah kepala saya mau pecah, itu rasanya? 

bersyukur saya merasakan lebih baik setelah hujan-hujanan "yeay" 
mungkin karena sugesti positif ingin segera sembuh dan karena Allah maha besar.
Hujan menjadi obat rasa sakit  dan Allahlah yang sudah membuatkan sekenario indah untuk saya hari ini :")


Alhamdulillah wasyukurilah 





Pohon Keimanan (The`way to believe-Ust. Felix siauw)


“Allah SWT menghendaki manusia mengikuti karakter pohon keimanan, akarnya menghujam ke dalam bumi, batangnya menjulang tinggi ke langit dan memberikan buah yang lezat bagi siapa saja” Surat Ibrahim 24-25.

Yah pohon keimanan,

Kita bisa belajar dari bagaimana bentuk pohon yang kokoh yang telah Allah ciptakan, seperti itulah perumpamaan keimanan kita yang seharusnya.

Bahwa iman itu harus memiliki akar yang kuat, hal ini dimaksudkan bahwa ketika seseorang memiliki iman yang kuat, godaan seperti apapun yang dilakukan oleh syetan yaitu musuh manusia, maka manusia yang memiliki akar keimanan yang kuat tidak akan tergoyahkan dengan godaan sekecil biji zaroh pun. 

Iman seseorang tersebut tidak akan terjual dengan iming- iming sejumlah harta atau uang, ataupun barang yang menjadikan kesenangan didunia namun mengancam kesengsaraan di akhirat kelak.


Sebagai perumpamaannya bisa kita lihat dari sebuah pohon apel yang ada pada gambar tersebut, pohonnya menjulang tinggi ke atas langit, akarnya yang kuat tertanam kedalam tanah atau bumi, daunnya lebat dan meneduhkan makhluk yang ada disekitarnya, buahnya lebat juga bermanfaat untuk makhluk lain.

Meskipun pohon tersebut dipotong di bagian batangnya, daunnya, ataupun diambil buahnya, maka pohon tersebut akan tetap hidup bahkan akan menghasilkan buah dan daun yang lebat lagi, karena pohon tersebut memiliki akar yang kuat dan kokoh, namun ketika akar dalam pohon tersebut dipotong atau tidak kokoh maka bagian yang lain pun akan ikut tumbang juga, tidak berbuah ataupun tidak memberikan manfaat kepada makhluk lain.

Ketika seseorang beriman kepada Allah dengan keimanan yang kokoh, maka seseorang tersebut akan memberikan manfaat kepada orang lain karena akhlaknya, kesholehannya, karena amal ibadahnya, karena Imanlah yang menjadi sentral kemana tujuan hidup akan kita bawa, jadi kuatkan iman adalah kunci menemukan tujuan hidup yang benar, Inshaa Allah 

Contoh, si A bekerja sebagai sopir angkot, ketika hari jumat dan dia harus kejar setoran maka dia rela meninggalkan sholat jumat demi kejar setoran,  seperti itulah yang diartikan sebagai iman yang tidak kokoh, dan iman si A bisa dikatakan hanya dihargai semisal 50.000 yaitu dari hasil yang dia peroleh selama meninggalkan sholat jumat, kurang lebih dua jam. 

Sebaliknya, ketika si A meninggalkan segala sesuatu yang ada di dunia karena iman dan rasa takut kepada Allah maka si A dapat dikatakan memiliki iman yang kuat, si A juga tidak menjual keimanananya dengan harga sepeserpun, karena dia percaya bahwa rizki itu asalnya dari Allah, kita wajib berikhtiar namun tidak dengan ingkar dan meninggalkan kewajiban, bahkan harus menggadaikan iman. 

Begitulah yang Allah kehendaki tentang keimanan kita, mengokohkan iman, Inshaa Allah hidupmu akan semakin mudah, tidak mengikuti yang salah, dan hidup akan menjadi lebih berkah.




Jumat, 25 Oktober 2013

Peminta-Minta

Siang ini saya tengah duduk di kursi tempat antrian servis disalah satu dealer motor. Sudah hampir dua jam saya menunggu bang jupi, sebutan motor saya yang tengah diservis. Yaah, hampir dua jam saya menunggu setia bang jupi sembari memainkan gadget yang tengah saya bawa. 

dan tahukan anda? pemandangan ironi terjadi didepan mata saya :0

Tiga orang peminta- minta telah menyambangi saya selama duduk dikursi tersebut, untuk yang pertama kali peminta/ pengemis tersebut tidak saya beri uang karena saya ragu melihat pakaian peminta tersebut masih terlihat bagus, tidak compang- camping dan tidak terlihat seperti orang yang harus dikasihani. yap, Well.. saya memang terkadang selektif ketika memberi uang kepada peminta- minta yang begitu marak di kota ini karena mereka terlihat tidak perlu dikasihani, saya pun miris melihatnya. Lalu yang kedua kalinya peminta- minta datang menghampiri saya yaitu seorang nenek tua dan renta, berpakaian compang- camping sambil menggendong "tenggok" menggunakan selendangnya yang lusuh, lalu berkata 

"paringi, bu, paring paring bu" pintanya 

yang artinya kasihani Bu, kasihani,

entahlah sebutan ibu yang ditujukan kepada saya yang tidak dikenal oleh nenek tersebut, dan karena saya seorang perempuan dan calon seorang ibu, saya pun akhirnya terenyuh dan tangan memanggil untuk mengambil beberapa uang receh yang saya punya didalam dompet dan saya berikan uang tersebut kepada nenek peminta- minta, lalu nenek menjawab 

"maturnuwun, mugi-mugi dikatahi rizkine bu, jawabnya sembari berlalu
yang artinya terimakasih, semoga ditambah rizkinya bu, 

dan saya pun mengaminkan doa nenek tersebut "amiin mbah".

Nah, dari pemandangan ironi yang singkat tersebut saya berusaha bertanya- tanya pada diri sendiri dan berfikir keras untuk mncari jawaban atas pertanyaan saya sendiri, apakah saya harus memberi kepada orang lain atas dasar kasihan atau atas dasar membantu mereka karena mereka butuh?

aaah, dua pengertian itu tampaknya saling berkaitan, dimana dia kekurangan dan membutuhkan, berarti kita kasihan, bukan?

yang pasti saya terenyuh melihat nenek tadi dan ingin memberinya, dan yang pasti saya akan memberi kepada orang yang telah merenyuhkan hati saya.

Lalu apakah saya harus mengabaikan kalimat "don't judge book from the cover" karena melihat pakaian nenek yang lusuh dan muka memelas atau bagaimana dengan peminta-minta yang mengenakan pakain bagus, tidak bermuka melas, serta tidak terlihat harus dikasihani?
tapi kita tidak tahu apakah mereka sebenarnya kekurangan atau tidak, sebenarnya butuh atau tidak? tapi kalau butuh kenapa tidak bekerja?kenapa harus meminta- minta? bukankah dia masih terlihat gagah untuk mencari nafkah?

Kita sebagai orang yang diberi amanah, dititipkan rizki lebih oleh Allah, dan mereka punya hak atas harta kita, jadi berbagilah dengan niat membantu karena Allah, serahkan kepada Allah tentang balasan atau akan digunakan untuk apa uang pemberian kita tersebut, jangan fikirkan. yang penting bersihkan hati, ikhlas berbagi, memberi tanpa pamrih semoga berkah untuk mereka,

 sekian dan terimakasih :D

Sehari menginspirasi (Surprise)

Begini ceritanya,

Hari minggu kemarin salah seorang teman saya mengajak untuk menemani  jalan-jalan #eeh apa ya? kata- kata yang bisa mewakili cara luarbiasa ini selain kata jalan-jalan?, yah intinya kita bersafari ke beberapa panti yang berada di Sleman, Yogyakarta. 

Tempatnya cukup jauh, dan untungnya Mas Arif menjemput kami menggunakan mobil jadi bersyukur bisa sambil ngobrol santai sembari mengutak-atik gadget serta bertanya-tanya kepada mas Arif 

"kemana tujuan kita sebenarnya?" *feeling stupid, tapi tetap positif*

dan mas arif masih merahasiakan tujuan kami ini akan kemana dan selalu menjawab pertanyaan kami dengan kata "surprise"

Fine, barangkali memang akan lebih baik kalau tidak deceritrakan terlebih dahulu :)

Mengalami kebingungan antara saya dan hilda selama perjalanan menuju TKP yang kebetulan hanya kami berdua yang tengah menjadi followernya mas arif dan temannya/sebagai sopir, bernama mas Abi, Alhasil berakhirlah kebingungan kami setelah sesampainya dilokasi.

Setelah sesampainya di lokasi, kami segera turun dari mobil, dan memulai sedikit perbincangan ringan,

"Nah, sudah sampai di TKP. Apa itu TKP?" tanya mas Arif sembari bergurau, tapi dengan muka serius 

"Tempat Kejadian Perkara", jawab kami serempak

lalu dia membenarkan  "bukan perkara tapi Tempat Kejadian Panti", 

"woah, iya benar!"
karena ternyata kami berada di sebuah Panti Asuhan yang bernama Al-Qohhaar (sinar melati 25) yang  beralamatkan di Ngaglik, Sleman.  Saya sempat mengambil satu jepretan gambar plang yang bertuliskan nama panti tersebut *jepreet*



Sedikit yang saya tahu Panti tersebut dihuni oleh kaum adam yang berjumlah 25, berdasarkan ceritanya yanto, salah satu penghuni panti tersebut yang kebetulan ikut juga bersama kami bersama dua temannya Yudi dan Widi.

Setelah Mas Arif mengajak ketiga penghuni Panti tersebut ikut bersama rombongan kami, kamipun masuk mobil dan siap untuk melanjutkan safari, namun masih bertanya-bertanya kemana tujuan kami yang selanjutnya?

Entahlah, kami yang duduk di jok bagian belakang berjumlah 5 orang, dan berlima dari kami juga merasakan hal yang sama yaitu belum tahu kemana tujuan kita sebenarnya, karena mas Arif juga belum memberitahukan kepada kami, kami terima saja, nasib sebagai follower *hehe*

Nah, akhirnya mobil yang sedang kami tumpangi menghentikan perjalanannya, entah karena apa ?"
kami bertanya- tanya sambil melingak-linguk ke arah samping, kedepan dan kebelakang, namun akhirnya kami berhenti juga dipinggir jalan yang terletak pas didepan rumah dengan arsitektur bangunan lama belum tahu siapa pemiliknya, diteras rumah tersebut terdapat beberapa kuri-kursi serta kayu-kayu berserakan dan didepannya lagi terdapat banner berukuran kira-kira 2 meter berbentuk vertikal bertuliskan AADS, entahlah apa maksudnya. yang pasti disini saya hanya menemani seorang sahabat dan mencoba untuk berteman dengan mereka, orang-orang baru. 

terjebak bersama mereka, saya fikir ini hal baru yang tidak akan menimbulkan kesia-siaan. 

AADS (Ada Apa Dengan Susi)


Ternyata kami sedang berkunjung disalah satu pengusaha keripik bayam yang ada di Tempel. apa motif kami berkunjung di pengusaha tersebut?

yaa, yang jelas disitu kami saling sharing menimba ilmu tentang usaha yang sedang digeluti oleh bapak Susilo yang ternyata beliau bersama keluarganya tidak hanya menjadi pengusaha keripik bayam, namun juga menawarkan beberapa barang dan jasa sebagai usaha mereka. 

menjadi pendengar setia itu asyik kawan, karena yang kita dengarkan begitu banyak ilmu yang belum saya ketahui serta mengandung berbagai kebermanfaatan. Disitu mas Arif sebagai ketua dari komunitas

senyumkita.com atau follow twitternya @senyumkita

kata hilda, sebelumnya

komunitas tersebut bergerak di bidang pendampingan dan membantu dibidang pendidikan dan logistik kepada teman- teman panti asuhan yang ada di sekitaran Yogyakarta.


dan yanto, widi, yudi adalah beberapa dari mereka yang tinggal dipanti asuhan. disitulah aksi komunitas senyum kita yang tengah memberikan pendampingan kepada teman- teman panti untuk mencari informasi tentang kewirausahaan agar mereka bisa belajar dari keberhasilan orang lain sehingga kelak mereka menjadi "orang" tanpa harus mengunderestimatekan label panti asuhan, subhanallah sungguh mulia orang- orang yang saya temui hari ini. mereka luarbiasa.

diruang tamu tersebut saya duduk disamping sahabat saya, saya berusaha menahaan rasa malu karena menyimpan ruang kebodohan, namun kami benar- benar ingin belajar dari mereka agar tidak menjadi orang yang bodoh.



yanto, Pak SBY, yudi, widi, Mas Arif, Bu Susi, Hilda :D

begitu banyak ilmu, dan kata- kata pelecut semanat diruang tersebut, begitu renyah kata- kata semangat Bu susi, yang juga sedikit pedas, namun tegas. Terimakasih untuk hari Minggu yang penuh dengan Ilmu, dengan orang- orang baru. Big thanks for Hilda. 


Setelah selesai acara sharing ilmu kewirausahaan kami di AADS, kami melanjutkan kunjungan ke panti Asuhan yang belum lama dibangun, panti tersebut bernama panti Al-jaliil yang lokasinya tidak begitu jauh dengan panti yang pertamakali kami kunjungi. di panti tersebut begitu nyaman karena alam yang menyuguhkan keindahan, disamping sawah dan kebun, kata seorang anak panti yang tinggal di panti tersebut


 "disini cocok mb, kalau buat orang yang suka suasana yang sepi dan menghafal ditempat yang sepi", katanya sambil tersenyum

dan yang pasti kami melihat-lihat panti tersebut masih butuh bantuan seperti pendampingan di bidang pendidikan dan bantuan logistik untuk hidup mereka sehari- hari. berkunjung kesana begitu kuat atmosfir untuk selalu bersemangat, mereka semangat sekolah karena kekurangan. Kekurangan mereka bukanlah hambatan, jadi jangan remehkan orang- orang yang kekurangan, karena disana banyak orang- orang hebat yang asalnya dari orang- orang yang kekuranga. wallohua'lam bishowab :')

dan acara kunjungan kami hari ini ditutup dengan makan- makan di acara walimatul ursy temannnya mas Abi, kami dengan memasang muka tembok bersama mas Arif dan anak panti lainnya ikut makan bersama, so far kami tidak tahu siapa yang menikah. terimakasih sudah mengajak kami tersesat ke jalan yang benar, dan kami pulang dengan kenyang. 


Alhamdulillah sekian dan terimakasih kakak semangat :D 




Muhasabah Cintaku Pada-Mu ya Allah :')

Tidak mau menyia-nyiakan karunia dan  nikmat yang diberikan Allah swt, mensyukuri nikmat 10 jari yang telah diberikan Allah, maka aku menulis sesuai dengan apa yang ingin aku tulis, perjalanan hati yang sedang bergejolak dalam hidupku. 

Sambil tertunduk dan merenung, bermuhasabah, mengingat begitu banyak dosa, salah, khilaf yang telah aku perbuat selama hidup 21 tahun, dan mulai bertanya siapa aku? aku sudah bisa apa?Apakah sudah membahagiakan orangtua dengan segala prestasimu? paling tidak sudah sampai mana keimananmu saat ini?

Mataku mulai sembab, tak mampu menahan lagi air mata yang akhirnya jatuh seperti hujan yang begitu deras, sederas- derasnya, ruangan kamar nyaris meledak, aku tidak bisa membiarkan airmata terus berjatuhan dan membuat kepala semakin pusing hanya dengan menangis dan menangis, tapi apalah daya aku hanya bisa menangis, dan semakin malu meneruskan hidup. Aku ingin kembali pada-Mu ya Allah. aku rela menutup mata dari segala kebahagiaan didunia fana yang hanya akan menjeratku di akhirat nanti, aku hanya mampu mememohon dan memeluk Kalam-Mu. 

"ya ALLAH, ampuni aku ya ALLAH" kataku lirih 

ketika itu seorang sahabat tiba- tiba menasehatiku disaat yang tepat dengan perkataan yang begitu menyejukan lewat SMS, dan nasehat tersebut menyadarkanku untuk segera bergegas, mengusap airmata, dan segera mengambil air wudhu.

"hey sudah tidur ya? besok mau belajar, dan pengen dapet sepertiga malam, gitu ya?tidurnya wudhu dulu terus baca Alqur'an dulu, habis itu senyum dan do'a dalam hati untuk tidurmu ^^

Alhamdulilllah, tanpa berbasa- basi aku langsung menuju kamar mandi membersihkan muka dan berwudhu dan kukenakan kerudung putih dan membaca kitabMu dengan khusyuk, sangat khusyuk hingga tak kuat untuk tidak menangis lagi, sampai kupeluk kitab-Mu hingga melelapkan tidurku sampai pagi ini. Aku baru tersadar kalau aku sedang menangis malam tadi sambil memeluk Alqur'an hingga pagi ini. Ya Allah rinduku pada-MU hingga menusuk tulangku, 

Ma'e Pa'e yang sedang kurindukan teramat sangat, maafkan anakmu :'( 

Batapa berdosanya aku semalaman memikirkan tentang keberuntungan yang tidak pernah aku dapatkan, betapa tidak bersyukurnya aku menjadi manusia yang telah dihidupkan oleh-Nya. 

Ingatlah bahwa keberuntungan, kesuksesan seseorang bisa diraih dengan usaha, kerja keras dan pengorbanan. Mungkin selama ini kamu kurang berusaha jadi menjadikan hidupmu tidak beruntung. Khusnul kamu bisa, yakinlah bisa!! masih banyak waktu jika Allah mengizinkan, perbaiki hati, hidup serta imanmu dan bahagiakan orangtuamu. 

Baiklah, aku menunduk malu, kenapa baru aku sadari soal ini, ah tak apa lebih baik terlambat dari pada tidak memulainya. 

Sekian, pagi ini lebih baik :D

Seseorang yang begitu merindukan-Mu, dan Ma'e Pa'e yang sedang banting tulang di kampung halaman 



Sabtu, 07 September 2013

Bahagia Itu Sederhana

Ya.. bahagia itu sesederhana mata yang tengah menjatuhkan pandangannya pada ciptaan-Nya yang Luarbiasa, lalu masih bisa bersyukur Alhamdulillah.

Kebahagiaanku sederhana saja sore ini masih bisa bertemu senja dan melewati jembatan layang (read: lempuyangan) Jogjakarta itu sudah lebih dari cukup untuk menyempurnakan semua nikmat yang Allah berikan. Terimakasih Jogja, kau memberiku inspirasi yang sempurna.

Kali ini, entah yang keberapa aku menyusuri kota Jogja sendirian , memilih melewati jalan yang tidak biasanya aku lewati ketika pulang, yaa meskipun aku tahu dimana jalan yang benar untuk kembali pulang. 

dan jalanan sore yang menderu seakan menjadi refleksi perjalanan hidup yang tengah aku jalani, yaitu aku yang tengah menjalani aku sebagai manusia, aku seorang wanita berusia 21 tahun, seorang muslimah, seorang calon guru, seorang anak keempat dari 5 bersaudara , dan seorang yang merindukan surga.

"Tapi apa?"
Jalan yang ku lalui saat ini jauh dari jalan "pulang", aku malah memilih jalan yang lebih jauh dari tujuan untuk berpulang, 

padahal aku tahu mana jalan untuk yang benar.
Malangnya, aku masih santai ditengah jalan yang salah, dan sibuk berusaha mencari jalan kebenaran yang tanpa hasil, 

dan ini sudah setengah perjalanan hidup sebelum sangsakala ditiup. 

21 tahun itu relatif tua untuk bermain- main dengan hidup, sudah bukan waktunya lagi. 

Aku adalah seorang aku yang hidup karena Allah swt. Aku yang hidup atas skenario-Nya, tapi aku yang malang karena mengutuki hidupku sendiri didalam tempurung yang terkurung dan sesekali  berfikir tentang ini itu, tanpa ada action. 

Slalu berfikir sok kritis, namun apatis, namun egois. Berfikir selalu bisa dengan ini dan itu layaknya nobita yang memiliki doraemon sipemilik kantong ajaib tapi selalu tidak bisa, karena kurang usaha, selalu putus asa sebelum saatnya, selalu kalah sebelum berperang.

Sadar bahwa  tidak ada yang tidak mungkin di Bumi ini,dan ada Allah yang maha segalanya, tapi bagaimana bisa terjadi dan terwujud semua keinginan kita kalau menghabiskan waktu hanya dengan diam, memohon tanpa beriman, tanpa berusaha, tanpa berbuat? semua hanya omong kosong.

 " Manjadda wa jadda itu nyata" jangan di bantah. Semua proses itu nggak ada yang instan.  

yaaa aku mengaku sedang "down" menjalani peran sebagai aku. Aku sengaja menghilang dari peradaban jalan kebaikan yang jelas terbentang, aku yang sengaja membutakan mataku sendiri  bahkan menyengajakan diri untuk "tidur" dan ingin segera bangun dan melihat surga abadi, dan hanya ada kalimat terkutuk yang membuatku merasa malu untuk meneruskan tidurku, yaitu :

"harapan tanpa usaha itu adalah bohong"

 Entahnya lagi aku tidak tahu mengapa aku melakukan ke"sengaja"an dari kebutaan itu. 



Tuhan... ada apa dengan aku?
Apa ini aku yang benar- benar aku?
Apa ini aku yang tidak tahu siapa aku?


Kenapa harus ada pertanyaan ini itu?
Padahal jawabannya jelas aku sendiri yang tahu. 

Selamat merenung, Selamat memperbaiki hati dan bangkit dari keterpuruakan Khusnul :')  

GOOD LUCK !!!!!



Minggu, 01 September 2013

Feeling not Good -____-

I don't know why! I've lose my inspiration. well, I won't give up but I can't standing again. I need YOU GOD. help me !

But if I heard my brother (Maher Zein) when he sings a song I can feel it, I feel that Allah always be there dan here with me, so near to me. let us see what the cold lyric in the "Open your eyes"song 


Look around yourselves
Can't you see this wonder
Spreaded infront of you
The clouds floating by
The skies are clear and blue
Planets in the orbits
The moon and the sun
Such perfect harmony

Let's start question in ourselves
Isn't this proof enough for us
Or are we so blind
To push it all aside..
No..

We just have to
Open our eyes, our hearts, and minds
If we just look bright to see the signs
We can't keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way
(Allah..)
Guide us every single day..

(Allah..)
Keep us close to You
Until the end of time..

Look inside yourselves
Such a perfect order
Hiding in yourselves
Running in your veins
What about anger love and pain
And all the things you're feeling
Can you touch them with your hand?
So are they really there?


Lets start question in ourselves
Isn't this proof enough for us?
Or are we so blind
To push it all aside..?
No..

We just have to
Open our eyes, our hearts, and minds
If we just look bright to see the signs
We can't keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way
(Allah..)
Guide us every single day..
(Allah..)
Keep us close to You
Until the end of time..

When a baby's born
So helpless and weak
And you're watching him growing..
So why deny
Whats in front of your eyes
The biggest miracle of life..

We just have to
Open our eyes, our hearts, and minds
If we just look quiet we'll see the signs
We can't keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way
(Allah..)
Guide us every single day..
(Allah..)
Keep us close to You
Until the end of time..

Open your eyes and hearts and minds
If you just look bright to see the signs
We can't keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way
(Allah..)
Guide us every single day..
(Allah..)
Keep us close to You
Until the end of time..

Allah..
You created everything
We belong to You
Ya Robb we raise our hands
Forever we thank You..
Alhamdulillah..




Thanks GOD, I love You