Sepulang dari ngeles dan mendampingi adik-adik belajar di Rumah Tahfidz Alfalah, terbesit dalam pikiranku tentang “Kakak Semangat”. Belum genap setahun aku bergabung dalam komunitas Senyum yang memiliki banyak program dan salah satu yang aku ikuti adalah Rumah Semangat dan kami yang mendampingi, mengajar dan berbagi ilmu disana disebut “Kakak Semangat”. Kreatif dan nama tersebut sungguh menarik bahkan ada makna pertanggungjawaban yang besar bagiku ketika aku adalah bagian didalamnya.Program Rumah Semangat yang digagas oleh kak Adi yang juga sebagai pengurus aktif komunitas senyum tersebut telah menuai banyak manfaat, terutama bagi adik-adik panti asuhan yang tengah bersekolah atau melanjutkan pendidikan demi masa depan dan bagiku juga memberikan manfaat untuk diriku sendiri sebagai kakak semangat Alfalah. Banyak hal yang aku dapatkan dari Rumah Tahfidz Alfalah, banyak hal yang menjadi pelajaran, banyak hal yang membuatku harus menjadi seorang kakak yang memiliki kasih sayang kepada adik-adiknya, mereka anak-anak yang antusias belajar, selalu semangat menunggu kakak semangat yang sering tidak datang, dan selalu mengajak kami tersenyum bersama mereka, ya wajar kalau komunitas tersebut dinamai komunitas senyum, ceck www.senyumkita.com. So proud to be part of themTidak afdhol rasanya jika teman-teman yang ingin mengetahui lebih lanjut komunitas senyum ini hanya lewat WEB hehe, bisa follow twitternya juga lo @senyumkita, banyak info terupdate tentang agenda menarik dan bermanfaat disana. Sedikit tentang senyum yang saat ini diketuai oleh Mas Dwi Arifin atau sering kami sapa Mas Arif merupakan komunitas yang fokus terhadap generasi pemuda Indonesia melalui pemberdayaan anak-anak Panti dan sebagian anak-anak diluar panti yang mereka ingin meraih cita-citanya atau melanjutkan sekolah namun terhalang oleh keterbatasan biaya. Bahkan komunitas tersebut setahuku sudah merambah sampai keluar kota Yogyakarta, Subahnallah jadi akan banyak sekali sahabat-sahabat kita diluar sana yang akan tertolong dan bisa meraih mimpinya melalui komunitas ini dan pasti banyak orang-orang baik didunia ini yang rela menyedekahkan hartanya untuk mereka yang memiliki hak atas harta yang dititipkan oleh Allah kepada mereka.Nah, kakak semangat sendiri dikelola oleh Rumah Semangat yang dikoordinatori oleh Mas ADI, dan di monitoring langsung oleh presiden komunitas Senyum. Jadi para pendamping atau Kakak Semangat memang perlu dipantau semangatnya agar tidak mudah turun, dan kakak semangat memang sudah seharusnya untuk selalu menjaga semangatnya demi adik-adik panti dalam belajar.Rasanya malam ini saya malu sekali, ketika sudah hampir seminggu lebih tidak berkunjung ke rumah semangat yang kebetulan Alfalah Kotagede adalah Rumah Semangat yang aku dampingi. Begitu aku datang dan mengucapkan salam dengan semangatnya mereka mengajukan banyak pertanyaan yang sungguh membuat aku malu untuk menjawab“Mbak kemana aja?” kok nggak pernah kesini, kami nggak ada yang ngajari e” dan berbagai pertanyaan yang mungkin akupun hanya bisa menjawab dalam hati“Maaf dek, kemarin Mbak sibuk urusan kampus dll, kemarin mbak males, mbak galau”aaah rasanya tak penting juga alasan-alasan yang tak rasional itu aku keluarkan, demi menjawab pertanyaan mereka yang sangat antusias.Cambukan untuk semangatku yang mudah surut seperti air sungai dimusim kemarau saja. Padahal tak terasa sebentar lagi umurku dimakan usia, dimakan senja, meski entah kapan aku akan memenuhi panggilanNYa. Yang pasti tahun ini bisa jadi tahun terakhirku tinggal di Jogja, kota yang romantis disetiap sudutnya *loh apa hubungannya* yang memberiku banyak pengalaman dan merasa sukses dalam mencari ilmu dunia dan akhirat serta ilmu kehidupan.Sedikit menyesal tidak memanfaatkan waktu yang terbuang untuk hal-hal yang lebih bermanfaat lagi, kadang aku melupakan sebuah kata mutiara :“Khoirunnas anfa’uhum Linnas”“Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan kebermanfaatan untuk sesama”yah, mengajar di Panti dengan ihklas berbagi ilmu, dan apapun yang ingin kita bagi adalah salah satu caranya menuju orang yang bermanfaat untuk sesama. Dan tentunya masih banyak hal yang lebih bermanfaat untuk kebaikan diri sendiri dan oranglain.So, don’t let your time waste :)Selalu semangat untuk Kakak Semangat ! “galau sedih dan muram bukan untuk ditunjukkan kepada oranglain, namun kepadaNyalah sedihmu berakhir, mulailah bercerita hanya kepadaNya atas kesedihan, atas kegalauanmu *cie.Salam Semangat dan Senyum 5 cm :D
Selasa, 10 Juni 2014
Kakak Semangat !ya Kudu Semangat ! Haloo Haaa :D
Rabu, 14 Mei 2014
One day one juz :))
Alhamdulillah, begitu berharganya waktu yang diberikan Allah untuk hamba-Nya.
betapa tidak bersyukurnya kita yang sudah diberikan waktu untuk hidup namun tidak membuatnya untuk lebih bermanfaat, terutama untuk diri sendiri dan oranglain.
dan tentu waktu yang telah mempertemukan kita sahabat dan lagi tak akan sampai di tempat yang Allah ciptakan dengan sangat indahnya tanpa adanya waktu, dan tak akan ada lagi tulisan ini tanpa waktu yang Allah berikan, yah.. waktu itu adalah umurku, waktu yang membiarkanku bernafas dan tetap hidup seperti ini :')
(waktu yang telah memenjarakan kita dalam kenikmatan yang luarbiasa dari-Nya, Allahlah yang berkuasa, tetap berjalan dan bersyukur :')
Tanggal 04 Mei 2014, Nikmat yang mana lagi yang kamu dustakan? (Surat Arrahman)
diberikan umur yang luarbiasa dan dipertemukan dengan ribuan umat Islam seluruh Indonesia, mereka berantusias menggapai ridho-Nya, ingin taat menjalankan perintahNya, ingin dekat lagi bersama-Nya, mereka ingin hidup sukses didunia dan tak ingin sia-sia diakhirat-Nya. Mereka ingin menjadikan Alquran sebagai pengganti gagdetnya yang selama ini mereka gunakan tanpa kebermanfaatan untuk akhiratNya, mereka ingin bermanfaat umurnya, dan Allah pasti akan memberikan jalan bagi siapa saja yang berjuang dijalanNya, itu janji Allah. Kami umat Islam yang mencintai Alquran :')
GL ODOJ (one day one juz) silahkan cek www.onedayonejuz.org dan temukan apa yang kamu cari sebagai bekal diakhiratMu. Semoga disana engkau temukan orang-orang yang merindukan surgaNya.
We are odojers :'))
Semangat Mengaji yaa??
Senin, 21 April 2014
Bersimpuh hanya pada-Mu Robb
Ramadhan … Alhamdulillaah
mari kita berjumpa
Yeay..
Alhamdulillah semoga umurku sampai di bulanMu ya Robb,
Begitu hamba
menanti bulan itu sungguh…
22 tahun sudah
hamba berpijak dibumiMu ini ya Allah, semoga Ramadhan ini hamba bisa
memperbaiki diri dan tobatunnasuha, amin
Setiap harinya,
aku selalu berusaha sedikit demi sedikit memperbaikinya, akhlak yang buruk
menjadi baik.
Lisan yang selalu salah
berbicara menjadi tertata bahkan memilih diam, hati yang selalu kotor ingin
kubasuh agar tak ada noda yang membuat jarak diantara kita ya Robb, perbuatan
yang tidak bermanfaat dan yang tidak Engkau ridhoi menjadi amal sholih hamba ya
Allah.
Setiap harinya
hamba masih mencari-cari apa yang harus hamba lakukan agar menjadi yang Engkau
cintai
Setiap harinya
hamba selalu berfikir disetiap langkah hamba, sudah benarkah hamba di hadapanMu Robb?
Terkadang hamba
lalai, terkadang hamba sudah merasa lelah padahal jalan menuju Ridho-MU sungguh
masih teramat jauh,
Ya Robb,
hamba merindukanMU dan utusanMu, Muhammad ya Robb, beri hamba secercah cahaya
itu ya Robb, hamba ingin menjadi manusia yang beruntung dunia dan akhirat,
Ya Robb,
ampuni segala dosa-dosa hamba :(
Bersimpuh pada-Mu, hamba memohon ampunanMu, semoga rahmat selalu tercurah pada makhluk yang taat padaMu, mudahkanlah urusan hamba ya Robb, luruskan jalan hamba, kuatkan dan istiqomahkan iman hamba, ampuni dan sayangi kedua orangtuaku ya Robb, keluargaku, sahabat-sahabatku, semua orang yang baik dibumi ini, dan semoga Engkau beri rahmat bagi orang-orang yang ingin kembali ke jalanMu, Amiin
Aku mencintaiMu, dan Bapak Ibuku
Kamis, 03 April 2014
Apa yang membuatmu merindu?
Perjumpaanlah yang membuat rindu ini tercipta
Waktu yang telah mempertemukan kita kemarin, dan
berharap esok atau nanti akan ada pertemuan diantara kita atas izin-Nya
Rasa-rasanya efouria pasca pertemuan itu sudah
biasa, namun ada hal beda yang membuatku ingin kembali menengok kebelakang
hanya ingin mengenangmu, orang-orang luarbiasa yang pernah aku temui.
Perjumpaan kita yang ternyata singkat, tidak
lebih dari 1 abad ini bahkan masih jauh dari I abad telah begitu menyisakan
rindu dan entah harus dengan cara apa aku melawan rindu tanpa bertemu, yah
bertemulah obat penghilang rindu yang menderu yang terkadang membuat pipi
menjadi sembab dan memaksa untuk meneteskan airmata kerinduan.
Aduhai saudaraku yang telah ku pasungkan namamu
dilubuk hatiku, perjumpaan memang tidak sepahit kerinduan, namun perpisahan
membuat sesak dada ini semakin sulit untuk tidak diungkapkan, namun aku tak
tahu bagaimana cara mengungkapkan kerinduan ini. Apakah lewat pertemuan agar
semua rindu ini lekas sembuh?
Lalu bagaimana jika kita sangat jauh?
Atau hanya dengan berkirim pesan atau bersuara
dan menyatakan “hai aku rindu kamu”apakah kamu juga merindukanku?
Atau hanya berpuisi lalu dishare lewat media
sosial?
Apakah semua itu bisa membalas rinduku atau bisa
mengobati rindu?
Aku belum menemukan solusi yang tepat agar rindu
ini bisa terbagi atau bisa tersampaikan untukmu, hanya doa yang terkadang lupa
menyebut siapa saja yang sedang aku rindukan, semoga kamu baik baik saja dan
sehat selalu.
Kepada kamu yang suka membantu, selamat !! itulah salah satu ladang untuk bekal akhiratmu!!
Begitu halnya si
Amin gadis kecil asal desa Mulusan Paliyan Gunungkidul yang tengah tinggal
bersama Ibu dan neneknya disebuah rumah kecil dan masih beralaskan tanah. Estri
aminah nama lengkap gadis kecil tersebut, setiap harinya dia harus melakoni
hidupnya sebagai little wonder girl ,
dia gadis kecil yang belum layaknya untuk berpikir dewasa di jaman sekarang
yang serba digital, yang biasanya anak- anak seumuran amin sedang dimanjakan
oleh fasilitas yang diberikan oleh orangtuanya, dan diperhatikan dengan kasih
sayang orangtuanya.
Namun, keadaanlah
yang memaksa dia tidak bisa merasakan itu semua, meskipun diluar sana masih banyak anak –anak terlantar
bahkan lebih sulit hidupnya dibandingkan dengan amin, berkat Aminlah tulisan
ini dapat dibaca, semoga bisa menjadi renungan untuk kita semua.
Setiap harinya
gadis kecil yang sebentar lagi menjadi siswa SMP ini harus bangun pagi- pagi
sebelum berangkat kesekolah, ditemani oleh neneknya yang sudah tua namun masih
sehat membantu pekerjaan Amin sebagai anak yang diandalkan di keluarganya. Ibu
Amin sakit parah sejak dia belum dilahirkan di dunia ini, andai bumi bisa
menolak kelahiran seorang anak dari perut ibu yang tidak normal seperti ibu-ibu
lainnya mungkin Amin lebih baik memilih untuk tidak dilahirkan. Takdir yang
sudah ditulis oleh sang kuasa tak akan bisa rubah, ini semua atas kehendak-Nya.
Sedih sudah tentu
ketika melihat si Amin yang masih terbilang belum cukup umur harus bisa membagi
waktu untuk keluarganya, mengurus Ibu dan neneknya yang tinggal serumah tanpa
Ayah yang menemani, Ayah Amin merantau kekota untuk mencari nafkah sebagai
penjual Mie ayam dan jarang sekali pulang, bahkan menurut cerita dari beberapa
tetangga, Ayah Amin sudah di izinkan untuk menikah lagi oleh keluarga dari Ibu
Amin lantaran istrinya sudah tidak bisa lagi mengurus suami dan anaknya seperti
ibu- ibu normal, namun ayah Amin belum juga menikah hingga sekarang, mungkin
Amin adalah alasan ayahnya belum atau tidak menikah lagi.
Embun pagi masih
membasahi dedaunan disekeliling rumah Amin, tampak dedaunan hijau dan langit
cerah ikut membangunkan tidurnya pagi itu.
“Amin, tangi nduk ,
wes subuh gek masak gek sekolah”
sambil menjepit
hidung si Amin dengan kedua jarinya, kata si Amin neneknya selalu begitu ketika
membangunkan Amin dari tidur.
“haaaah, iyo mbok,
wes mbok ojo di bumpeti irungku, aku tangi mbok” jawab Amin kepada simboknya.
Amin segera
bergegas untuk mandi dan merebus air hangat untuk mandi neneknya
yang sudah tua, dan sisanya dia tuangkan ke dalam termos panas untuk membuat
minuman hangat.
Sambil menanak nasi
di atas tungku yang perlahan menghangatkan tubuh si Amin di pagi hari yang
dingin, sambil menyeduh teh hangat yang dibuatkan oleh neneknya Amin duduk
dihadapan tungku dan panci penanak nasi dengan pakaian sekolah untuk sekolahnya
hari ini.
Tidak lupa Amin
membuatkan teh hangat untuk ibunya yang hanya bisa duduk dan tidur di atas
tanah di sebuah kamar yang sudah bertahun-tahun ia tinggali.
Nampak Aminlah yang
dibutuhkan oleh Ibunya, Amin anak yang berbakti karena hanya dia yang bisa
berkomunikasi dengan ibunya yang sedang sakit jiwa. Neneknya pun tidak berani
untuk berbicara atau melayani Ibu si Amin, sehingga apapun yang Ibunya minta
maka Aminlah yang melayani segala keperluannya, dan itulah sebabnya Amin
menjadi wakil kepala keluarga di keluarga mereka.
Suatu ketika,
tetangga sebelah rumah Amin sedang melaksanakan hajatnya, mantu kalau bahasa orang
jawa, sudah biasa tetangga –tetangga pun datang ke rumah yang sedang menggelar
hajatan tersebut untuk “jagongan”, dan aminlah yang menggantikan semuanya, amin
yang berperan layaknya seorang ibu yang sedang berkumpul dengan ibu-ibu lainnya
demi menjaga silaturahmi antar tetangga. Ironi atau kasihan atau memang sudah
selayaknya?
Ironi, karena anak
seusianya seharusnya belajar, bermain dan ikut ibunya ketika jagongan.
Kasihan? Karena
terlihat hidup sebatangkara tanpa ayah dan ibu yang bisa menjaganya.
Sudah selayaknya?
tentu tidak, tapi karena keadaan yang memaksanya harus melakoni semua hal
tentang pekerjaan rumah, hidup bertetangga dan wakil kepala keluarga itulah
yang membuat kepala ini harus tertunduk malu kepada si Amin gadis kecil
kelahiran tahun 2001 itu.
“Amin, nanti mau
lanjut SMP enggak?” tanyaku kepada si pemilik suara serak-serak basah ini
“lanjut mbak, kulo
ajeng lanjut teng SMP N I Paliyan, inshaa Allah” jawab amin dengan nada sopan
dan bahasa jawa halus
“waaah semoga
ditrima yaa?”
“amiin mbak, ….. “
Memang dari cara
dan gaya bicara anak ini sudah seperti orang dewasa, mungkin karena sudah
terlalu lama dia menjadi seorang yang memaksanya untuk dewasalah bahasa yang
sopan, halus dan tegar tercipta.
Ketegaran dan
semangatlah yang membuat saya salut kepada si Amin, dia mengajariku apa itu
arti mandiri, bukan yang hanya bisa mandi sendiri atau mengurus diri sendiri
namun bisa mengurus orang yang kita sayangi dengan ikhlas dan bersabar itulah
arti mandiri dalam hidupnya, bukan hanya sekadar bisa memasak untuk nenek dan
ibunya, namun beberapa kali dia memungut atau mengumpulkan buah asem yang biasa
jatuh dan dikumpulkan oleh anak-anak desa untuk dimakan atau dibuat minuman,
tapi amin mengumpulkan buah asem untuk dijual dan uangnya dia gunakan untuk
membeli keperluan sehari-hari,
Semoga ketika
oranglain tahu tentang hidup Amin yang luarbiasa ini, hatinya terenyuh dan bisa
ikut meringankan beban Amin dan ikut membantu memikirkan masa depan amin
nantinya agar tetap mejadi anak yang bisa mewujudkan cita-citanya meski
keterbatasan dan tanpa dukungan orangtua atau kasih sayang orangtua yang
seharusnya dia dapatkan.
Semoga !
Semakin banyak
orang yang membantu, semakin banyak juga orang yang tertolong.
Amiiin, kakak malu
dek …… :’)
Banyak pelajaran
hidup dari si gadis kecil, Estri Aminah
Langganan:
Postingan (Atom)
