Jumat, 31 Januari 2014

Be strong, be cheerful !!

Hey Assalamualaikum.
I'm coming back again, long time no share with my blog

Now I'm still in Gunung Kidul, KKN for a month. And I'm so happy being a part of this new family in KKN.


Wish us luck guys

Meneruskan Langkah Meski Hanya Selangkah Berharap Semuanya Berkah.


Mereka masih putih seperti kertas yang belum tertuliskan apapun oleh tinta-tinta yang akan menggoresnya.

Yap..kalimat itu untukmu adik adik balita panti Gotong Royong, Bantul.

Jumat yang lalu tepatnya tanggal 17 januari 2014, kami sahabat berbagi meneruskan langkah kembali demi menggapai ridho ilahi, meneruskan langkah meski hanya selangkah berharap semuanya berkah. 

Angin Pagi menyambut lembut, tepat di hari jumat yang cerah dan indah untuk meneruskan langkah, dengan berbonceng-boncengan kami bersama-sama melaju menuju jalan Bantul. Motor kami lajukan dengan santai sambil menikmati perjalanan menuju bantul, panti gotong royong. Tak sabar rasanya ingin segera sampai dan menggendong adik-adik balita penghuni panti Gotong Royong. 
Kurang lebih 15 menit kami sampai ditempat tujuan dan Alhamdulillah, kami sampai tujuan tanpa hambatan dan perjalanan tidak begitu melelahkan. Sesampainya kami dipanti gotong royong, seorang ibu yang merupakan pengurus panti tersebut mempersilakan kami untuk masuk kedalam panti tersebut. Kami disambut oleh seorang ibu dengan kata sambutannya dan dilanjutkan kata sambutan oleh ketua Jumat Berbagi. 

Aaaak, sangat disayangkan ketika ibu panti mengatakan bahwa anak-anak panti sedang tidur, jadi kami tidak bisa bermain bersama mereka, namun seorang ibu pengurus panti mengizinkan kami untuk melihat mereka yang sedang tidur di atas kasur  tanpa ranjang di ruang belakang. 

Dan ternyata sebagian dari anak-anak sudah bangun, mungkin karena suara kami yang terlalu gaduh sehingga mereka terbangun. Tapi sebagian memang mereka bangun karena sudah waktunya,
Alhamdulillah” anak-anak balita yang sebagaian belum bisa berbicara dengan jelas menyambut kami, bangun dan sebagian sudah berada dipangkuan sahabat berbagi.

Kami bermain bersama mereka, menggendong mereka begitu hangat, dan mereka begitu terlihat begitu bahagia bersama kami, aaah andai kata bisa berbicara dan mengungkapkan apa yang mereka rasakan.. berharap mereka akan berkata 

“kakak, bawa kami pulang, gendong kami jangan lepaskan kami kak”
hihi lebay ya? ya kan Cuma berandai-andai, bolehkan?

Oke, saya percaya kalau sahabat yang hadir disini bahagia, yes thanks!
Share happiness with charity itu jargonnya Jumat Berbagi.

Yap, terlalu bahagia hari itu dan saya tidak bisa berkata-kata lagi. Jadi sekarang kita lihat foto-foto selama kami disana saja ya? *hehe













 Dan masih banyak foto-foto yang belum bisa saya posting di blog ini, see you next charity sahabat Jumat Berbagi. Hamassah !!!

Selasa, 19 November 2013

Seminar untuk Skripsiku ----->Toga

Baik, saya akan mulai bercerita lagi tentang fokus saya saat ini, selain berbahagia, menimba ilmu, berbagi, beribadah dan lain sebagainya, saya adalah mahasiswi tingkat akhir, atau semester tujuh, dan angka tujuh ini yang membuat kebanyakan mahasiswa contohnya saya mengalami keadaan yang menggebu-gebu untuk segera sampai di semester delapan agar segera menyelesaikan tugas akhir dan menyandang gelar sarjana. 

Sarjana, iya sarjana pendidikan spesifiknya. Nama saya akan bertambah gelar S.Pd. nantinya
terus bangga??



Memang cukup biasa gelar tersebut, apalagi saat ini jumlah pengangguran yang berlebel S.Pd sudah sangat marak, jelas rasa takut akan masa depan menghantui saya saat ini, saya pun tidak memungkiri. 
namun yang jelas jangan risau dengan gelar S.Pd tersebut, apalah artinya gelar tersebut tak akan dibawa mati bukan?*haha 

Anggap saja gelar tersebut sebagai tanggung jawab yang harus kita emban, kita sebagai mahasiswa dan calon sarjana tentunya tidak ingin lulus dengan predikat dan gelar saja bukan?dan setelah itu hanya berbangga mengenakan toga bukan?

guru ----> adalah profesi yang nantinya akan kita lakukan, sebenarnya, perkara nantinya kita mau jadi apa itu diluar kehendak, yang pasti passion kita sebagai sarjana pendidikan tentu ingin menjadi guru. Nah, disinilah peran sebagai guru harus dikerahkan bukan sekedar mencari nafkah, namun bertanggungjawab mencerdaskan anak bangsa.

dimana peran kita sebagai anak bangsa yang bisa menyumbangkan peran yang berarti serta bermanfaat untuk keluarga, bangsa, dan agama itulah yang akan menjadi pertanyaan lalu harus kita jawab dengan diactionkan. 

Jangan bikin kecewa bangsa, diri kita, keluarga dan penerus bangsa lainnya, tidak lain tidak bukan kita dilahirkan agar bermanfaat untuk oranglain, kemajuan bangsa dan negeri ini adalah tanggungjawab bersama, terutama sarjana pendidikan yang harus andil dalam kemajuan pendidikan dan peningkatan pendidikan di Negara kita tercinta.

tentang euforia pasca wisuda, 




tentu pasti ada yang namanya kegalauan di masa transisi setelah lulus sarjana, sedikit cerita dari beberapa kakak tingkat yang telah diwisuda minggu lalu, mereka bilang bingung mau kerja apa, sambil mencoba mendaftar lowongan pekerjaan.

galau itu pasti ketika para sarjana pencari kerja belum menemukan muaranya, namun berusaha yang terbaik untuk dirinya dan mempertanggungjawabkan gelar sarjana harus ya, dengan melakukan apapun yang bermanfaat untuk sekitarnya. 

Nantinya, akupun akan merasakan hal yang sama, dimana masa transisi setelah menyandang gelar sarjana tentu langkah tidak mungkin dihentikan sebelum muara ditemukan, dan muara itu adalah pekerjaan, yah pekerjaan yang bukan hanya sekedar menguli memungut recehan atau gaji besar tapi profesi sebagai pendidik anak bangsa yang seharusnya menjadi tanggungjawab kita bilkhusus sarjana pendidikan. 

Tentang Seminar untuk Skripsiku saat ini


saat ini, aku sedang berada di sebuah perpustakaan dimana saya harus membayar untuk bisa masuk ke perpustakaan ini, namun saya bersyukur ide dan semangat saya ada ketika bisa duduk dikursi dan meja bersekat dan dikelilingi rak-rak buku yang bermanfaat. Judul sekripsi?  saya belum begitu yakin dengan judul seminar untuk sekripsi saya ini, karena saya merasa yang saya kerjakan hanya sebuah teori semata, belum menginjak ke action, tentu saya masih diambang ketidakjelasan, ditambah dosen matakuliah seminar saya sangat sibuk, tentu kapasitas beliau membimbing sangat terbatas. 

yang pasti seminar teaching dan judul tentang "authentic materials" ini sudah bersemayam didalam hati dan menjadi doa setiap setelah sholat "semoga dipermudah dan menjadi berkah apa yang saya kerjakan aminn"


Sekian mengetik kali ini at Perpustakaan Sanata Dharma 




  








Minggu, 17 November 2013

West Prog, we are coming :D

Ngeposting Foto-foto luarbiasa, karena cinta-Nya kita masih dipertemukan dan diberi kesempatan untuk melihat keindahan alam dari-Nya, wajib disyukuri Alhamdulillah :)

Hey, that's me :D

Jepretan Mb Novia :)
mendaki puncak :D

hihihiihih, diatas awan :D


Me and Alin, 
Nice !!


aku, mas inu, riza
we are ....

Di Grojogan Waterfall

disawah pinggir jalan :D

Yeaaaaaaaaayyyyyy, Jalan-jalan, naik-naik ke puncak suroloyo :D






Sabtu, 16 November 2013

Sesuatu ya hari ini?


2  session planning yang udah dibuat telah gagal terealisasi, aaah hidup itu pilihan, mana yang kamu pilih itu yang sudah seharusnya kamu jalani. 

Ya seperti hari ini saya memilih untuk menggagalkan nonton roadshow 99 cahaya dilangit Eropa di JEC, dan ingatlah Allah yang maha menentukan, Dia yang maha canggih menjadikan sesuatu terealisasi atau tidak terealisasi.

Yang pertama, rencana jam 13.00 ada rapat, eeh nggak jadi entah apa alasannya
Yang kedua, saya sudah rela berhujan-hujanan sore ini dan terjebak macet serta banjir didekat UNY demi ujian pelatihan Bahasa tapi hasilnya nihil, kekekek

Ya ampuun… beginilah hidup, ya sudah santai dan ceriakan harimu dan ikhlaskan semua yang telah terjadi, kalau ikhlas setidaknya Allah tidak murka serta tetap ada hikmahnya dibalik semua yang terjadi dalam hidup kita

Sekian, untuk hari ini.. hujannya begitu mesrah … hingga tak ada kata untuk tidak berserah kepada-Nya. Terimakasih hujan dan Tuhan yang telah menurunkan hujan. Semoga hujan tidak selalu di hujat sebagai sesuatu yang terkadang menggagalkan pekerjaan, hey.. hujan turun bukan untuk dihujat tapi untuk syukuri sebagai rahmat J

Inget nggak, kemarin waktu kita kepanasan, siapa yang mohon-mohon minta hujan?
Sekarang udah dikasih hujan, syukurilah semoga berkah J

Sekian --à Jumat mubarok J


Selasa, 29 Oktober 2013

Semangat Action Berbagi di Panti Annur, Berbah Sleman

ALIF, Alhamdulillah It's Friday means that we have big action for @jumatberbagi,

Jumat berbagi pada minggu ini telah dilaksanakan di Panti asuhan Annur yang beralamatkan di Berbah Sleman. Berbeda dari action berbagi sebelumnya yang biasanya turun ke jalan untuk berbagi nasi kepada orang-orang yang ada dijalanan (read: peminta-minta), kali ini Sahabat Berbagi berbagi nasi sekaligus berbagi semangat untuk adik-adik panti Asuhan Annur di Berbah Sleman.

Jarak yang lumayan jauh dari  basecamp kami yang berada di Umbul Harjo Yogyakarta, namun tidak menyurutkan langkah dan semangat  untuk istiqomah berbagi setiap sebulan sekali, meski berbagi tidak harus menunggu sebulan sekali atau seminggu sekali. 

Kurang lebih pukul 16.30 WIB, kami sampai di lokasi disambut oleh dua orang ibu Panti yang menjadi pengurus panti tersebut karena panti Annur merupakan panti putri Aisyiyah, jadi semua yang tinggal di panti tersebut juga perempuan berjumlah 15 di tambah 4 orang pengurus panti. 

Seteleh ketua jumat berbagi, Eko subekti menyampaikan maksud dan tujuan  kami datang ke panti tersebut selanjutnya kami bermain bersama anak-anak panti yang sebagian besar dari mereka sudah duduk di SMK, dan sebagian lainnya masih SD dan SMP, kami mengajak mereka untuk menjadi peserta Cerdas Cermat Agama yang telah kami persiapkan sebelumnya, 

dan wow, ternyata mereka sangat antusias mengikuti acara yang kami buat, meski beberapa masih malu-malu untuk menjawab pertanyaan. 

Lomba ini terdiri dari 3 regu yaitu regu A bernama Octopus, Regu B bernama Nur, dan regu C bernama Sapi, dan masing- masing dari kelompok tersebut memiliki ketua regu.

Setiap perlombaan pasti ada yang menang dan ada yang kalah, tak akan ada pemenang jika tidak ada yang kalah, dan waktu itu regu B menjadi regu yang belum berhasil melanjutkan ke babak final, dan sudah jelas Regu A dan C menjadi pemenang Juara 1 dan 2.

Begitu bahagianya mereka ketika berhasil menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang kakak-kakak berbagi berikan, dan jelas tergambar wajah-wajah kebahagaiaan lewat keceriaan mereka. 

Berbagi kali ini tidak hanya berbagi nasi tapi juga berbagi semangat dan keceriaan lewat @jumatberbagi, semoga next agenda ada kejutan- kejutan berbagi di @jumatberbagi, so guys jangan lewatkan :)

Waktu sudah menunjukan pukul 17.30 dan kami bersiap-siap untuk menunaikan sholat maghrib berjamaah, setelah sholat berjamaah di masjid yang kebetulan panti Annur memiliki masjid yang berada di halaman panti tersebut, selanjutnya kami berkumpul kembali ke dalam panti untuk melanjutkan acara yaitu makan bersama adik-adik panti Annur. Alhamdulillah setelah semuanya selesai acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh salah seorang adik panti, diantara doa-doa yang sempat dipanjatkan :

Semoga urusan diperlancar, semoga skripsi dipermudah, rizki ditambah, jodoh didekatkan dan keselamatan bagi semua, masing-masing dari kami sambil mengamini, semoga doa-doa tersebut semua terkabul. 

Amin- Amin ya Robbal'alamiin. 

Alangkah indah orang bersedekah, dekat dengan Allah dekat dengan surga :)




Sampai jumpa di action berbagi selanjutnya, semoga semakin banyak orang yang berbagi semakin banyak orang yang tertolong dan semakin banyak penghuni surga, amiin 

@jumatberbagi 











Belajar Mencintai Anak-Anak melalui Pendampingan PA Al-Falah

Belajar itu adalah sebuah proses, dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang sudah tahu menjadi tahu banget dan akhirnya menjadi faham. Belajar bagi saya tidak hanya cukup sebatas diruangan kelas, sekolah, kuliah atau sering disebut dengan formal education, tapi belajar juga bisa dimana saja, lewat apa saja dan salah satunya adalah belajar lewat kehidupan, yang bukan melulu membaca buku, atau menghitung angka- angka. 

"Siapa yang nggak suka sama anak-anak, mungkin dulunya lahir langsung segede' itu"

Seketika setelah membaca timeline seorang teman di twitter saya langsung berfikir dan merenung sejenak

iya , yaaa? 

Selama ini saya jarang sekali berinteraksi dengan anak-anak karena terlalu fokus di dunia kampus dan bertemu dengan orang-orang dewasa, berfikir dewasa yang terkadang sok kritis, realistis, namun terkadang tidak apa adanya, sehingga saya sempat melupakan bahwa nantinya saya akan punya anak, menjadi seorang Ibu untuk anak- anak saya, jadi tidak ada alasan untuk tidak mencintai mereka dan menganggap mereka seperti anak sendiri.


Namun, saat ini alhamdulillah saya sudah sedikit bisa menyelami dunia mereka melalui panti asuhan Al-falah yang berada di Kotagede, yang kebetulan saya dan beberapa sahabat menjadi kakak pendamping untuk anak- anak panti tersebut. Setiap dua kali dalam seminggu kami datang kepanti tersebut untuk mendampingi mereka belajar, namun tak jarang kita sering datang ke panti  hanya sekedar bermain-main dengan mereka, atau mendampingi mereka ketika ada acara diluar panti, seperti lomba dan sebagainya.  

Betapa bahagia menjadi mereka (anak-anak), mungkin saya dulu pernah merasakan kebahagiaan ketika menjadi anak-anak, tidak memikirkan beban, selalu bahagia, dan tidak memikirkan tugas-tugas seperti sekarang ini, tapi entahlah masa anak- anak hanya terlewatkan begitu saja.

Namun apakah mereka benar- benar bahagia dengan kehadiran kita ?
yang pasti mereka selalu tersenyum, tertawa, dan bercanda ketika kami berada di panti tersebut, yah meski terkadang diantara mereka ada yang berantem, itu wajar sebagai anak-anak. 

Buktinya mereka terlihat sangat bersemangat belajar, sekolah dan ngaji meskipun tanpa ada orangtua yang mendampingi, yang menemani, yang mengasihi mereka.

Walaupun kita tidak pernah tahu bagaimana perasaan dan hati mereka yang sesungguhnya, betapa rindunya mereka dengan orangtua, saudara dan keluarga, tapi mereka disitu seperti sudah saling bersaudara dan barangkali mereka memang sudah bahagia, jadi tidak perlulah kita menanyakan bagaimana yang sesungguhnya, karena hanya akan membuka luka di hati, atau akan membuat mereka bersedih hatinya.

Menurut cerita ustad Edo, pengasuh PA tersebut, mereka tinggal di panti  karena berbagai macam alasan, ada sebagian yang yatim, piatu, dhuafa, atau korban broken home keluarganya, berbagai hal melatarbelakangi mengapa mereka harus tinggal dipanti tersebut. 

Melihat keceriaan dan semangat mereka, membuat saya semakin malu ketika tidak bisa menunjukan wajah ceria atau semangat,  betapa saya tidak bersyukur sudah diberikan nikmat yang jauh lebih banyak dibandingkan mereka, jika saya tidak bisa melakukan apa-apa untuk oranglain, atau melakukan sesuatu untuk diri sendiri betapa saya membutakan mata oleh sebuah hadis 

"hum anfauhum linnaas" sebaik- baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat untuk oranglain

Mereka mengajariku arti hidup yang sesungguhnya, mereka mengajariku tulusnya berbagi dan membantu sesama, mereka mengajariku bagaimana memahami, bagaimana mendengarkan cerita. mereka mengajariku bagaimana memberikan cinta, kasih sayang yang tulus, bukan karena sesuatu sebagai alasan aku mencintai mereka. 

Mereka adik- adikku anak-anakku, mereka hadir untuk membuat hidupku lebih berarti, dan aku sangat mencintai mereka layaknya aku mencintai diriku sendiri dan karena Allahlah yang telah memberikan cinta kepada kita semua :')

Calon Ibu :')