Kalau saja hari esok sudah bisa kita lihat alurnya, pastinya nggak akan pernah segalau membingungkan masadepan. itulah masa yang akan hadir didepan kita, terkadang memang sesuai rencana atau doa yang kita panjatkan seusai beribadah atau dikala hujan, ah hidup... begini ya hidup bahkan saya belum paham hidup ini seperti apa sih?
hey...
hari ini full day sudah dimulai hari ini, ektrakulikuler semoga bisa terus semangat ya Allah, sungguh aku membutuhkan peluk hangat dari -Mu,
Aku dan masa depan yang penuh dengan ketidakpastikan sungguh mencemaskan, tapi tenanglah "let it go! kalau kata pilm "Frozen" begitu ! kita bisa apalah kalau sudah begitu toh, Let it go aja *hehe
Semangat Full day yaaaaaa Miss...
Minggu, 18 Januari 2015
Kamis, 15 Januari 2015
Bismillah..
Sampailah dititik ini, titik penting dalam hidupku terlewati hanya dengan satu hari tanpa kehadiran kedua orangtua it was Ok, the show must go on.
13 Desember 2014,akhir tahun yang menggembirakan karena bagaimanapun juga hampir seribu sarjana telah diwisuda pada hari itu, disebuah kampus swasta, dan Yogyakarta adalah saksi mata jutaan sarjana yang diwisuda.
It was ok.Saya memang bukan anak yang terlahir dari keluarga yang bependidikan tinggi bahkan kedua orangtua saya tidak tamat SD, realita yang sungguh memilukan namun beliau kedua orangtua tangguh, bertekad untuk anak-anaknya, dari 5 anak 3 telah diwisuda berkat tekad kedua orangtua yang bukanlah seorang pegawai atau sarjana atau lulusan SMA bahkan SD sekalipun.
Beribu-ribu syukur atas segala nikmat-Nya, betapa tidak ? keringat kedua orangtua telah mengantarkanku sampai disini. Itupun tidak mudah sekaligus penuh keprihatinan batin dan Allah memudahkan segalanya, asal ada kemauan disitu pasti ada jalan, ini buktinya, orangtuaku sungguh hebat.
13 Desember, gedung serbaguna bernama Jogja Expo Center disitulah toga ku lempar, seorang rector dan para jajarannya memindahkan kuncir toga beralih kesisi kanan. Suatu prosesi yang tak kalah berharganya karena diraih dengan perjuangan kurang lebih 4 tahun, terimakasih UAD, terlebih orangtua yang telah memberi restu hingga akhirnya perantauan kesebuah kota bernama Yogyakarta terwujud. Dan masih banyak mimpi yang ingin diwujudkan.
Senin, 01 Desember 2014
Diam (I Desember 2014)
Malam siap beraksi menyuguhkan gelap, entah dimana bulan atau bintang , yang kutahu langit gelap namun cerah tidak mendung.Masih diam didalam ruangan 3x 4 yang hanya bisa untuk tidur 1 atau dua penghuni saja itupun sudah berjejal dengan barang-barang usang, baju lama yang hanya tersusun dalam koper-koper dan kardus, siap diasingkan atau disumbangkan.Masih diam, entah pada siapa bicara ini terbalaskan dengan suara, hanya diam namun bersuara. Batin sesak, nafas sok tenang namun pikiran tak keruan.Dan hanya bicara tanpa suara yang tak terbalaskan oleh apapun inilah yang membuat beberapa kali ingin menyudahi kehidupan, dikamar atau dikota semi metropolitan ini.
Ada hal yang ingin diperbarui, dengan aktifitas yang baru namun menyenangkan melupakan sejenak kata-kata mutiara “Man jadda wajadda ataupun kalimat penyemangat lain yang akhir-akhir ini hanya menjadi bualan dan munafik jika diucapkan tanpa tindakan, rasanya cinta sudah tak hadir dikehidupan, di hari-hari yang sudah tak bernyawa tanpa makna.
Hey kapan aku bisa pulang?, memeluk ibu, mencium tangannya setiap kali mau bepergian, membantunya membuat sarapan untuk keluarga, mencuci pakian, membantu adik belajar, atau menyapu halaman sambil merapikan pot-pot tanaman.4 tahun menguji diri dengan kemandirian, dan akhirnya telah pandai mandiri apapun mencoba melakukannya sendiri, mengawali dan menyudahinya sendiri apapun itu, dan itukah mandiri?Terkadang sendiri memang hal yang paling diinginkan, cara tepat untuk merenung berkaca dan memaknai diri sendiri.Selamat malam, semoga segera berakhir kau diam.
Jumat, 31 Oktober 2014
Kita Akan Menjadi Penonton Negeri Sendiri ?
Pak
darisman namanya. Beliau adalah orang hebat yang berhasil membuatku terpukau
dan berhenti mencari-cari kambing hitam dari kurikulum 2013 yang tengah
bergejolak di Pendidikan Indonesia
Pasalnya,
banyak guru-guru yang tengah mengeluh dengan perubahan kurikulum pendidikan negeri
ini. Guru banyak yang mengeluh soal penilaian Kurikulum 2013.
Rumit dan terlalu
banyak yang harus dinilai sehingga waktu guru untuk mengajar dan mendidik hanya
akan tersita untuk membuat rubric penilaian.
Yap,
keluh kesah dari guru sering saya dengarkan langsung di sekolah tempat saya
mengajar. Karena saya juga bukan guru kelas atau guru yang mengampu Mata
pelajaran yang termasuk dalam kurikulum 2013, tapi saya pun juga harus membuat
rubric penilaian yang hampir sama dan tujuan yang sama dengan maksud penilaian
kurikulum 2013 meski tak sedetail dari penilaian yang sebenarnya.
Setidaknya
saya belajar dan ternyata ada maksud baik dan baik sekali ketika kurikulum ini
bisa terlaksana desemua sekolah yang ada dipelosok negeri.
Ada
banyak benarnya, ketika pendidikan di Negeri kita ini bukan kurikulumnya yang
harus dirubah- rubah beberapa kali namun hasil anak didik kita belum bisa dikatakan
berhasil, yang perlu dibenahi adalah SDM nya, ya gurunya yang perlu di diklat
di latih agar menjadi gur-guru yang hebat memotivasi, menginspirasi muridnya
agar generasi semakin baik.
Betul memang Guru adalah bagian yang amat penting
bagi siswa kearah mana sikap mereka, karena guru yang tugasnya mendidik bahkan
prosentasi yang dikemukakan 2/3 % terbentuknya mental siswa adalah dari guru
sedangkan factor keturunan dari keluarga 1/3%, sisanya adalah factor lingkungan
dan factor internal siswa itu sendiri.
Nah,
tetap gurulah yang menjadi sorotan berhasil maupun tidak berhasilnya siswa
dalam proses pembelajaran, meski tidak seluruhnya.
Kurikulum
2013 yang mempelopori terbentuknya karakter yang baik pada siswa. Karena memang
pendidikan karakter sangatlah penting dibandingkan hanya membentuk siswa jenius
namun tidak memiliki karakter pada prilaku siswa tersebut, “pinter tapi keblinger” dan itu yang akan membentuk mental koruptor di Indonesia, mirisnya tuh disini.
Apakabar?
Akan ada kenangan yang
tak akan terlupakan meski dimakan masa.
Kenangan tersimpan rapi
di memori yang tak akan terbuka begitu saja tanpa kebranian untuk mengingatnya,
bernama folder.
Membuka kenangan
masalalu artinya siap membuka luka, mengembalikan luka yang sudah tersimpan
rapi di hati, bukan luka yang dibuang atau sengaja dilupakan
Semua luka, bahagia
bahkan masih tersimpan
Kamu tahu? Aku rindu…
Ah, biyarlah.. bukankah
menjauh untuk menjaga dan merindu diam-diam itu lebih indah daripada bersama
namun terluka?
Lebih baik diam, tapi
tetap mengagumi dan mendoakan yang terbaik?
Hey.. Apakabar?
Mengingatmu, serasa
ingin memutar waktu
Tapi bukankah itu
kemustahilan?
Pasalnya waktu tak akan
bergerak kebelakang dan mengembalikan kita ke masa kecil atau ke masa kapan
kita merasakan hal yang sama di tempat yang sama bernama hati.
waktu telah membuat
kenangan
Kita dan masalalu,
Kamis, 30 Oktober 2014
Andai ....
Bismillah..
"Aku bukan tak sabar, hanya tak ingin menanti
Karena berani memutuskan adalah juga kesabaran
Karena terkadang penantian membuka pintu-pintu Syaithan."
"Mencintai tak berarti harus memiliki.
Mencintai berarti pengorbanan untuk kebahagiaan orang yang kita cintai.
Cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Ia mengambil kesempatan.
Itulah keberanian.
Atau mempersilahkan.
Yang ini pengorbanan."
"Seperti Fathimah dan Ali,
saling mencintai dalam kerahasiaan yang paling rapat,
kepasrahan yang paling kuat, dan ikhtiyar suci yang menemukan jalannya..
Dengan karunia Allah! Jika kita husnuzhzhan padaNya."
"Kadang kau harus meneladani matahari.
Ia cinta pada bumi;
tapi ia mengerti;
mendekat pada sang kekasih justru membinasakan."
- Salim A. Fillah
"Aku bukan tak sabar, hanya tak ingin menanti
Karena berani memutuskan adalah juga kesabaran
Karena terkadang penantian membuka pintu-pintu Syaithan."
"Mencintai tak berarti harus memiliki.
Mencintai berarti pengorbanan untuk kebahagiaan orang yang kita cintai.
Cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Ia mengambil kesempatan.
Itulah keberanian.
Atau mempersilahkan.
Yang ini pengorbanan."
"Seperti Fathimah dan Ali,
saling mencintai dalam kerahasiaan yang paling rapat,
kepasrahan yang paling kuat, dan ikhtiyar suci yang menemukan jalannya..
Dengan karunia Allah! Jika kita husnuzhzhan padaNya."
"Kadang kau harus meneladani matahari.
Ia cinta pada bumi;
tapi ia mengerti;
mendekat pada sang kekasih justru membinasakan."
- Salim A. Fillah
Rabu, 29 Oktober 2014
Rindu
Apalah arti memiliki,
Ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami?
Apalah arti kehilangan,
Ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan,
Dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan
Apalah arti cinta,
Ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah?
Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apa pun?
Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu?
Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang
Rindu, Tereliye
Pukul 7.57 aku sudah terduduk manis diruang kerja, pilu sungguh, bingung ingin bergerak kemana. Ada beberapa hal yang menahanku harus tetap duduk disini padahal hati dan fikirku ingin beranjak kemana-mana.
Ikhlas, sabar adalah cara elegan yang biasa kulakukan meski entah itu ikhlas dan sabar tingkat keberapa yang tengah kulakukan, pasalnya aku tetap berusaha
Bertahan…. Untuk orang-orang yang kusayang.
Untuk Allah sang maha dasyat, tak dapat kugambarkan rasa syukurku atas semua rahmat, meski diri ini naïf selalu kufur tak bersyukur, mengeluh yang kadang tak bisa luluh, tapi rahmat terus mengalir deras, termasuk nafas ini, oksigen yang tengah kuhirup bebas ini tanpa susah payah membayar atau berkorban sedikitpun.
Kamis, hantarkanku pada senjamu hari ini.
Ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami?
Apalah arti kehilangan,
Ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan,
Dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan
Apalah arti cinta,
Ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah?
Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apa pun?
Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu?
Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang
Rindu, Tereliye
Pukul 7.57 aku sudah terduduk manis diruang kerja, pilu sungguh, bingung ingin bergerak kemana. Ada beberapa hal yang menahanku harus tetap duduk disini padahal hati dan fikirku ingin beranjak kemana-mana.
Ikhlas, sabar adalah cara elegan yang biasa kulakukan meski entah itu ikhlas dan sabar tingkat keberapa yang tengah kulakukan, pasalnya aku tetap berusaha
Bertahan…. Untuk orang-orang yang kusayang.
Untuk Allah sang maha dasyat, tak dapat kugambarkan rasa syukurku atas semua rahmat, meski diri ini naïf selalu kufur tak bersyukur, mengeluh yang kadang tak bisa luluh, tapi rahmat terus mengalir deras, termasuk nafas ini, oksigen yang tengah kuhirup bebas ini tanpa susah payah membayar atau berkorban sedikitpun.
Kamis, hantarkanku pada senjamu hari ini.
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)
